Berita Terkini
07 Maret 2018
Gua Gong
Dilihat  85       Komentar  0

Gua Gong yang berupa ruangan besar berukuran panjang 100 m, lebar 15-40m dan tinggi 20-50m adalah situs geologi yang terkensl karena keindahan ornamennya. Sebagian stalaktit, stalakmit, kolom dan flowstone masih aktif terbentuk , karena kecukupan air yang terkandung didalam lapisan batugamping diatap gua. Selama ratusan ribu tahun, pelarutan pada batugamping Formasi Wonosari yang berumur 15-3 juta tahun membentuk keajaiban fenomens karst bawah –permukaan . Dinamakan Gua gong karena penduduk setempat sering mendengar suara mirip bunyi gong dari dalam gua.

Ornamen gua yang berbentuk unik dan ganjil diberi nama oleh juru kunci gua sesuai dengan imajinasiny. Selo Jengger Bumi, Selo Paku Buwono dan Selo Bantaran Angin adalah sekumpulan stalakmit dan flowstone yang masih aktif.

Sebuah celah diantara stalakmit dan flowstone diberi nama Selo Gerbang citro cipto Agung digunakan untuk memberi nama sebuah kolam besar pinggirannya dibatasi oleh kolom-kolom kecil memanjang yang indah. Selo Adi Citro Buwono merupakan kumpulan flowstone aktif dengan gurdam-gurdam kecil dibawahnya. Sedang Selo Susuh Angin adalah nama sekumpulan stalakmit besar yang terdapat diantara beberapa kolom.

Deretan stalaktit yang membentukkelurusan menunjukan adanya retakan diatap gua .Di dalam gua terdapat mata air yang dinamakan sendang. Air Sendang dipercaya dapat menyebabkan awet muda jika digunakan untuk membasuh muka.

Situs geologi ini telah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan menjadi objek dan daya tarik geowisata, yang menjadi unggulan kedua PAD dari sektor pariwisata setelah pantai Teleng Ria di Teluk Pacitan. Situs Gua ini dilengkapi dengan panel interpretasi, tempat parkir, warung makan, kios cinderamata dan toilet. Pemandu Gua berasal dari masyarakat setempat yang telah memperoleh pendidikan dan pelatihan.

© 2019, Gunungsewu Geopark