Berita Terkini
26 Agustus 2019
INOVASI PENAMBAHAN WAHANA FLYING FOX DI SRI GETHUK
Dilihat  111       Komentar  0


Air Terjun Sri Gethuk yang terletak di Desa Bleberan, Playen, Gunungkidul sudah banyak dikenal oleh masyarakat dengan view air tejun yang indah. Banyak wisatawan sengaja datang dari dalam maupun luar daerah untuk menikmati keindahan air terjun Sri Gethuk dan tebing – tebing eksotik yang mengitarinya. Selain menikmati keindahan alamnya, pengunjung juga dapat mencoba menaiki perahu rakit untuk menyusuri pantai oyo menuju air terjun Sri Gethuk . Untuk mengenalkan lebih dekat destinasi Sri Gethuk kepada masyarakat luas, Dinas Pariwisata melaksanakan kegiatan fam tour dengan peserta penggiat media sosial.Peserta penggiat akun media sosial yang biasa mengunggah obyek – obyek wisata hits dibuat kagum dengan pesona indahnya Air Terjun Sri Gethuk. Mereka menggunakan kesempatan ini untuk  hunting foto.

Saat ini Kelompok Sadar Wisata di Desa Bleberan juga telah menambahkan wahana baru berupa Flying Fox untuk pengunjung yang suka menantang adrenalin. Flying fox sepanjang 350m ini siap meluncur dengan standard keamanan yang sudah tersertifikasi. Penambahan wahana ini sebagai upaya untuk terus berinovasi menambah daya tarik wisata pada obyek wisata agar tidak terjadi titik jenuh kunjungan. Diharapkan bagi wisatawan yang sudah pernah berkunjung sebelumnya, akan berkunjung kembali untuk mencoba sensasi meluncur dengan flying fox. Peserta fam tour juga diberikan kesempatan untuk meluncur dengan flying fox menyebrangi sungai Oyo yang terbentang dibawahnya. Sensasi terbang dengan pemandangan sungai yang jernih dibawahnya serta pemandangan alami disekitarnya sayang sekali untuk dilewatkan. Setelah asyik menikmati perjalanan tour, peserta fam tour mengunggah kegiatan mereka pada akun media sosial masing – masing dengan hastag ( #ayokegunungkidul ). Diharapkan dengan pengenalan potensi wisata dan diunggah di media sosial akan membuat netizen ( pengguna media sosial ) menjadi penasaran dan pada akhirnya piknik ke Gunungkidul.

© 2019, Gunungsewu Geopark