Berita Terkini
07 Maret 2018
Luweng Ombo
Dilihat  71       Komentar  0

Lubang runtuh yang membentuk single-shaft ini mempunyai garis tengah 50 m dan kedalaman 65 m. Penampangnya yang melebar ke bawah menunjukkan pernah terjadinya peruntuhan dinding sumuran. Batu yang runtuh membentuk onggokan di dasar sumuran.

Lorong mendatar yang miring di dasar sumuran ditempati oleh sungai bawahtanah yang berujung pada sebuah sump. Ke arah hilir sungai, penelusuran dapat dilanjutkan hingga gurdam besar yang membentuk jeram, sebelum akhirnya berujung di genangan sump. Total panjang lorong sekitar 1.112m. Gua menjadi hunian kelelawar. Di sungai bawahtanah dan sump dijumpai sidat, ikan dan udang.

Pemerintah Kabupaten Pacitan mengembangkan situs geologi ini sebagai objek dan daya tarik geowisata minat-khusus. Penelusuran gua hanya diijinkan untuk keperluan penelitian.

© 2019, Gunungsewu Geopark